LHOKSEUMAWE — Kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja menjadi tantangan yang harus dijawab perguruan tinggi vokasi di tengah perubahan teknologi dan dinamika industri.
Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) mendorong penguatan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri agar pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu melahirkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tuntutan profesional.

Persoalan tersebut menjadi fokus Industrial Gathering 2026 yang digelar Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengembangan Karir dan Kewirausahaan PNL di Gedung Technopreneurship Development Center (TDC) PNL, Kamis (22/10/2026).
Mengusung tema “Higher Education Qualifications vs Industrial Demand”, kegiatan yang diikuti 170 peserta itu menjadi forum untuk mempertemukan perspektif akademisi dan praktisi industri sekaligus membahas keselarasan antara kualifikasi pendidikan tinggi dan kompetensi yang dibutuhkan di lapangan kerja.
Ketua UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan PNL, Dr. (C) Zulkarnaini, SE., M.Si., Ak., CA., CIFRS., Ch.GFM., menegaskan bahwa hubungan perguruan tinggi dengan industri tidak cukup dibangun melalui komunikasi formal. Kolaborasi harus mampu mendorong penyesuaian kurikulum, penguatan keterampilan, serta peningkatan relevansi kompetensi lulusan.
“Perguruan tinggi tidak dapat berkembang secara optimal tanpa dukungan dunia industri. Karena itu, kurikulum, kompetensi, dan kebutuhan industri harus berjalan selaras. Jangan sampai kita terus menghasilkan lulusan, tetapi kompetensinya belum sepenuhnya menjawab kebutuhan pasar kerja,” ujarnya.
Menurut Zulkarnaini, Industrial Gathering merupakan agenda tahunan yang dirancang untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Pada pelaksanaan tahun ini, PNL melibatkan seluruh ketua program studi serta perwakilan mahasiswa guna memperluas pemahaman mengenai perubahan kebutuhan tenaga kerja dan tantangan pendidikan vokasi.
Keterlibatan pelaku industri diharapkan dapat membantu program studi mengidentifikasi kesenjangan kompetensi sekaligus merumuskan langkah perbaikan yang sesuai dengan perkembangan sektor usaha.
Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan hasil diskusi tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan dan program yang terukur, mulai dari pembaruan kurikulum, penguatan pembelajaran berbasis praktik, hingga perluasan kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di lingkungan industri.
“Kita berharap forum ini tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi melahirkan konsep, inovasi, dan rekomendasi yang memberikan manfaat nyata bagi institusi maupun mitra industri,” tambahnya.
Kompetensi Teknis Saja Tidak Cukup
Wakil Direktur Bidang Akademik dan Sistem Informasi PNL, Dr. (C) Muhammad Arhami, S.Si., M.Kom., menilai kesiapan lulusan memasuki dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu dan keterampilan teknis. Disiplin, komunikasi, integritas, serta kemampuan beradaptasi juga menjadi aspek penting dalam membangun profesionalisme.
“Menjadi mahasiswa PNL merupakan kesempatan berharga untuk membentuk karakter dan kompetensi. Disiplin adalah modal utama memasuki dunia industri, di samping keterampilan, komunikasi, dan attitude. Dunia kerja membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki integritas dan kemampuan beradaptasi,” ungkapnya.
Arhami juga menyoroti pentingnya komunikasi dua arah antara perguruan tinggi dan industri di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Perbedaan tingkat penerapan teknologi di kampus dan dunia usaha, menurutnya, harus menjadi peluang untuk saling belajar dan mempercepat lahirnya inovasi.
Ia mendorong perguruan tinggi agar tidak hanya menunggu kebutuhan industri, tetapi juga proaktif menawarkan gagasan dan solusi atas persoalan nyata yang dihadapi dunia usaha.
“Jangan hanya menunggu kebutuhan atau permintaan dari industri. Perguruan tinggi harus berani menawarkan solusi dan inovasi. Bahkan, inovasi besar sering kali berawal dari gagasan sederhana yang mampu menjawab persoalan nyata,” tegasnya.
PLN dan PIM Masuk dalam Penguatan Kemitraan
Industrial Gathering 2026 menghadirkan empat narasumber dari kalangan industri dan akademisi, yakni Ruli Rizaluddin, S.T., M.T., IPM., QRMP., Manager PLN UP3 Lhokseumawe; Sri Rizki Amanda, S.E., Junior Officer Remunerasi PT Pupuk Iskandar Muda; Satriananda, S.T., M.T., Ketua Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri PNL; serta Lakharis Inuzula, S.E., M.Si., Ak., CA., Ketua Program Studi Akuntansi PNL.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan PNL dengan PLN UP3 Lhokseumawe, serta Implementation Arrangement (IA) dengan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).
Penandatanganan kedua dokumen itu menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara PNL dan mitra industri. Kerja sama tersebut diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih aplikatif dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa dan peningkatan relevansi pendidikan vokasi.
Meski demikian, keberhasilan kemitraan tidak hanya ditentukan oleh penandatanganan dokumen, tetapi juga oleh implementasi program, keberlanjutan kolaborasi, serta manfaat yang dapat dirasakan mahasiswa dan lulusan.
Karena itu, tindak lanjut berupa penyelarasan kompetensi, pengembangan pembelajaran berbasis kebutuhan industri, serta perluasan ruang interaksi antara mahasiswa dan praktisi menjadi bagian penting dalam mengukur efektivitas kemitraan tersebut.
Melalui Industrial Gathering 2026, PNL menegaskan komitmennya membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan kebutuhan tenaga kerja.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sinergi kampus dan industri bukan semata banyaknya forum atau dokumen kerja sama yang dihasilkan, melainkan sejauh mana kolaborasi tersebut mampu meningkatkan kualitas kompetensi lulusan, memperluas akses terhadap dunia kerja, dan menjawab kebutuhan industri secara berkelanjutan.
Upaya itu sekaligus menjadi bagian dari komitmen PNL dalam mewujudkan perguruan tinggi yang berakhlak, inovatif, unggul, dan berdaya saing global













